7 Hal yang tidak Kamu Ketahui Seputar Algojo Hukuman Mati di Nusakambangan

Untuk jadi algojo hukuman mati bukanlah pekerjaan yang mudah mereka akan merasa bersalah dan tidak nyaman karena akan menbunuh orang langsung di hadapan matanya, namun sebagai seorang petugas ini sudahlah tugasnya karena ini semua merupakan perintah negara terhadap mereka yang melakukan kejahatan.

Nah berikut pengakuan anggota Brimob yang pernah jadi alggojo hukuman mati gelombang pertama pada tanggal 8 Januari 2015 lalu penasaran seperti apa.

1. Lebih mudah menembak dibanding menyentuk korban
Brimob ini mengaku jika menarik platuk dari senjatanya lebih mudah dilakukan dari pada harus menyentuh langsung terpidana mati,

“Beban mental yang lebih berat itu adalah petugas yang harus mengikat terpidana, ketimbang algojo penembak,” kata dia, seperti dilansir surat kabar the Guardian, pekan lalu.

2. Dibayar Rp 1,3 Juta


Algojo Eksekusi terpidana mati ternyata akan di bayar Rp 1,3 Juta untuk menjalankan Tugas ini.

3. Terbagi dalam dua Tim

Dalam pelaksanaan hukuman mati ini ada dua tim yang ditugaskan. Tim pertama adalah yang membawa terpidana ke tiang buat diikat. dan Tim kedua adalah penembak. Anggota Brimob itu mengatakan dia sudah pernah berada di kedua tim itu.

4. Merasa bersalah


Para algojo meyaksikan semua proses kesekusi mati mulai dari terpidana masih hidup sampai akhirnya mati.

“Kami melihat terpidana itu dari dekat, dari saat mereka masih hidup, berbicara, hingga mereka mati. Kami tahu persis semua kejadian itu.”‘

Rasa bersalah pasti menghantui tindakan mereka yang telah menghabisi nyawa orang demi menjalankan perintah. Jika boleh memilih, kata algojo itu, mereka tak akan mau menjadi algojo.

5 Ditembak dari Jarak 5 Meter


Pasukan penembak yang terdiri dari 12 orang akan berdiri sekitar lima hingga sepuluh meter dan menembakkan senapan M16s saat diperintah.

Para algojo itu dipilih berdasarkan kemampuan menembak dan kondisi mental serta kebugaran fisik. Mereka menembak secara bergiliran.

“Semua beres kurang dari lima menit,” kata dia. “Setelah ditembak, terpidana itu akan lemas karena sudah tidak bernyawa.”

6. Ditembak Lagi Jika Masih Hidup

Jika setelah dicek dokter ternyata mereka belum mati, maka petugas yang ditunjuk akan diperintahkan untuk menembak terpidana dari jarak dekat di kepala hinga mati.

7. Hanya menjalankan Tugas


Apa yang dilakukan Algojo hukuman mati ini meruapkan tugas mereka sebagai abdi negara dan terikat sumpah prajurit.“Saya terikat dengan sumpah saya sebagai seorang prajurit. Tahanan melanggar hukum dan kita melaksanakan perintah. Pertanyaan apakah itu dosa atau tidak terserah Allah,”

0 Response to "7 Hal yang tidak Kamu Ketahui Seputar Algojo Hukuman Mati di Nusakambangan"

Post a Comment